Kamis, 02 Juni 2016
Minggu, 13 Maret 2016
Dibalik iklan-iklan rokok dan makna tersembunyi di dalamnya (Bagian 1)
Melalui peraturan mentri kesehatan No 28 Tahun 2013 guna mengendalikan dampak rokok
terhadap generasi muda, akan membatasi iklan, promosi, dan sponsorsip rokok dan
pembatasan iklan ini dilakukan di seluruh media cetak maupun elektronik. Tjandra
Yoga Aditama (2013), mengatakan bahwa untuk
televisi penayangan iklannya dibatasi hanya pukul 21.30 sampai lima pagi, sedangkan
untuk media teknologi informasi, aksesnya hanya untuk usia di atas 18 tahun.
--
Dengan adanya peraturan regulasi mengenai iklan
rokok di Indonesia, biro iklan akan menyiasati pemasaran produk rokok dengan cara-cara
yang kreatif. Ada juga hal seperti
kata-kata dan visual yang tidak boleh digunakan, ada juga kata-kata yang justru
harus dicantumkan, seperti kandungan bahan, dan
efek samping.
Pemasaran
dengan cara-cara kreatif bermaksud menyembunyikan bahaya dari merokok. Dari survei
kecil yang kami lakukan melalui pengamatan di internet, kebanyakan netizer
berkomentar tentang iklan rokok indonesia yang sama sekali tidak menggambarkan
secara fisik tentang produk rokok itu sendiri. Pertanyaan yang sama jika
teman-teman cari di google...
![]() |
| klik untuk memperbesar |
Jangan khawatir kalian bukan
satu-satunya orang yang kebingungan dengan iklan-iklan rokok kita hahaha. Kesimpulannya
sih kebanyakan pada nanya begini "Gak nyanmbung, apa juga hubungannya
rokok sama orang naik mobil kebut2 an, adventure, Jin keluar botol,
dll..."
Selaww semuanya bakal kita bahas di
post selanjutnya, post kali ini hanya sebagai pengantar ya ces hahaha.
Sumber:
Anna, Lusia Kus. 2013. "Begini
Aturan Iklan Rokok". health Kompas, 31 Mei 2013
Rabu, 09 Maret 2016
PSAB: Peran Iklan
Iklan akan memainkan perannya dengan indah dimata calon
konsumennya. Iklan yang memiliki daya tarik tersendiri nantinya akan menarik
konsumen untuk menontonnya sampai habis, semakin tinggi tingkat keunikannya
akan semakin besar memacu keingintahuan konsumen.
Iklan yang tidak berlebihan, menarik, kuat serta berbeda akan selalu mengena di hati para penontonnya, seperti kamu wanita tangguh dan
menarik akan selalu ada di hati aku. AseekKk. Sayangnya kebanyakan konsumen
akan berpindah channel jika ada jeda iklan di acara yang di tontonnya,
disitulah tantangan yang harus dihadapi. Memberikan kesan "Wow" di
awal dan di akhiri dengan manis di akhir. Jangan seperti cintamu yang indah di
awal, dan penuh penyesalan di akhir...
Akhir kata iklan bisa saja menjadi Drama panggung sandiwara,
pergolekan cinta di hati yang mendesah, tapi ingat setajam apapun iklan
menggoreskan warna, sekejam itu pula ia menggoreskan luka.
PSAB (Posting singkat Agak Baper) by admin : Krsitoper
Peran & Fungsi Komunikasi Massa
Oke ces, saatnya untuk menjadi pintar (amin) hahha... Komunikasi massa ? Kita banyak menghabiskan waktu dengan berbagai bentuk komunikasi massa. Waktu yang kosong sering banget dihabiskan dengan berduaan sama media. Di Indonesia, kini dengan adanya belasan stasiun televisi nasional, ratusan radio siaran, ratusan surat kabar dan majalah, serta bermunculannya bioskop-bioskop di mall atau supermall, banyak orang yang diterpa dan menerpakan diri pada media massa tersebut. Secara sadar atau tidak sadar, pola hidup masyarakat sudah dikendalikan oleh media massa. Semua bentuk komunikasi memainkan peranan dan menjadi bagian yang menyatu dalam kehidupan manusia. Apapun pekerjaan, kegiatan atau waktu luang seseorang, komunikasi merupakan salah satu faktor yang memiliki peranan dalam kehidupan mereka. gimana ? bener gak? .
Jadi gini
ces Kesimpulannya,
- Media massa itu melekat pada setiap sendi
kehidupan kita
- Perannya bisa di artikan berbeda antar individu
- Bisa pula sama untuk sekelompok masyarakat
Bener atau enggaknya kali ini kita bakal ngejelasin
tentang fungsi dan peran komunikasi massa dalam kehidupan sehari-hari bagi
masyarakat. Kali ini penjelasannya sih meyakinkan bener ya guys!. Dari yang kami tahu peran kom.mass bisa menjadi
berbeda karena tergantung pada persepsi seseorang tentang peran kommass sendiri
dan juga sangat melekat. Selain itu, terdapat fungsi di balik peran kommass itu
sendiri yaitu untuk menghibur, meningkatkan populasi (kompleksitas), kemudian ada
konsekuensi positif ataupun negatif dari media massa (disfungsi). Untuk lebih
lanjut, ini dia penjelasan tentang fungsi komunikasi massa, cek it dot.
1.
Surveillance (pengawasan)
Media yang paling sering
digunakan dalam fungsi pengawasan itu sih televisi ya. Karena di tv kita dapet
ngeliat secara langsung begitu tentang suatu kejadian yang sedang terjadi. Yang
di awasi itu :
a.
pertama, masyarakat (bagaimana norma
sosial yang ada di lingkungan masyarakat berjalan normal atau ada gangguan)
ciaelah gangguan di kira sinyal wkwkw.
b.
Kedua, public figure (infotainment)
c.
Ketiga, pemerintahan (berita yang
bermanfaat yang sedang terjadi di pemerintahan kita)
Namun ada juga 2 macam pengawasan
yang sering terjadi yaitu :
a.
Peringatan
Contoh : mengingatkan kita
terhadap suatu kejadian alam seperti meletus gunung api, gempa, tsunami, puting
beliung yang dapat membuat persuader lebih mendapat pengetahuan apabila
kejadian itu ada di sekitarnya. Jadi kita bisa waspada, waspada, dan lebih
waspada walaupun masih isu
b.
Informatif
Contoh : misalnya harga pangan di
pasar naik, jadi ibu2 rumah tangga bisa tau kalo harga pangan di pasar naik dan
berbelas kasihan pada pedagang untuk dapet diskon wkwkwk. Walaupun sebenernya
infonya itu gak perlu di kasi tahu juga, tapi bisa penting bagi yang ingin tau.
Konsekuensinya
itu sangat cepat, misal jika gunung merapi meletus dan jogja pun di anggap
tidak layak tinggal lagi oleh media massa, padahal biasa saja kok sebenernya.
Itu lah konsekuensinya
2.
Interpretasion (pengawasan)
Fungsi penafsiran hampir sama sih
dengan fungsi pengawasan. Media massa tidak hanya memberikan fakta dan data di
dalamnya, tetapi juga memberikan penafsiran terhadap kejadian-kejadian penting.
Organisasi atau industri media memilih atau memutuskan peristiwa-peristiwa yang
dimuat atau ditayangkan.
Penafsiran tidak terbatas, namun
dapat menyajikan sudut pandang yang berbeda
dan bermacam2 yang menjadi konsekuensinya, misalnya tentang kebijakan
pemerintah, pemilihan umum dan lainnya. Selain surat kabar, siaran radio dan
televisi pun memiliki fungsi penafsiran, seeperti tayangan acara
“Ganteng-Ganteng Serigala” di SCTV, dan tayangan penafsiran sejenis lainnya.
Bisa saja kan penafsiran GGS itu jelek lah di mata orang tua karna gak mendidik
banget, bisa juga bagus bagi ciwi2 karena yang maen ganteng2. Tapi ganteng2 kok
serigala sih, di tonton juga wkwkwk
Namun tujuan penafsiran media itu
ingin mengajak para pembaca/ pemirsa untuk memperluas wawasan dan membahasnya
lebih lanjut dalam komunikasi antarpersonal/ komunikasi kelompok.
3.
Linkage (pertalian)
Media massa dapat menyatukan
anggota masyarakat yang beragam yang enggak terhubung secara langsung gitu,
sehingga membantuk linkage (pertalian)yang berdasarkan kepentingan dan minat bakat yang
sama tentang sesuatu gitu sih. Contoh : acara berita Net.TV sedang bertugas dan
memberikan berita di stasiun 1. Namun karena membutuhkan data yang nyata, kru
mereka sudah siap di lapangan dan dihubungkan langsung dengan stasiun 1.
Akhirnya mereka di pertemukan dengan media massa. Seperti yang kita sering liat
di televisi. Siaran tv nya kebagi dua. Sebelah kiri di stasiun 1 dan sebelah
kanannya kru yang ada di lapangan. Kelompok-kelompok yang memiliki kepentingan
yang sama tetapi terpisah secara geografis dipertalikan/ dihubungkan oleh media.
Itu lah tujuan linkage tersebut.
4.
Transmission of Values (penyebaran
nilai-nilai)
Fungsi ini juga disebut
sosialitation (sosialisasi), sosialisasi mengacu pada cara, dimana individu
mengadopsi perilaku dan nilai kelompok. Media massa yang mewakili gambaran
masyarakat itu ditonton, didengar, dan dibaca. Media massa memperlihatkan
kepada kita bagaimana mereka bertindak dan apa yang mereka harapkan. Dengan
kata lain, media mewakili kita dengan model peran yang kita amati dengan
harapan untuk menirunya. Banyak remaja belajar tentang perilaku berpacaran dari
menonton film dan acara televisi yang mengisahkan tentang pacaran, termasuk
pacaran yang agak bebas/ agak liberal. Di antara media massa, televisi sangat
berpotensi untuk terjadinya sosialisasi (penyebaran nilai-nilai) pada anak
muda, terutama anak-anak yang telah melebihi usia 16++ yang banyak menghabiskan
waktunya menonton televisi dibanding kegiatan lainnya, kecuali tidur dan mager.
Walaupun mager mereka pasti liat medsos yang ada video dimana isi video itu
terdapat nilai2 baik dan murni itu meluruskan kembali jalan pikirannya kejalan
yang baik dan benar.
5.
Entertainment (hiburan)
Beberapa stasiun televisi
merupakan media massa yang mengutamakan sajian hiburan, begitu pun siaran
radio. Demikian pula halnya dengan majalah. Tapi yang paling sering
digunakan sih televisi atau hp buat liat video yang menghibur dan bikin
penonton ketawa. Setidaknya menghilangkan stress yang berkepanjangan akibat
tugas ataupun kerjaan yang dikejer sama deadline ciehhhh deadline hahaha.
Selain itu, fungsi lainnya dapat juga sebagai pemberi
informasi dan dapat mendidik serta mempengaruhi masyarakat juga sih. Oke ces, itu penjelasan
peran dan fungsi menurut kami ya,
semoga bermanfaat untuk kalian dan terima kasih sudah mengunjungi blog mimin
ya. Semoga Tuhan memberkati kalian wahai pembaca2 setia blog ini hahaha byeeeee!
Rabu, 02 Maret 2016
Definisi Komunikasi Massa
Jadi gini ces sebelum kita lanjutin
membahas lebih jauh mengenai apa itu iklan, ada baiknya kalo kita tau terlebih
dahulu asal mula iklan dengan teori-teori yang mendasarinya. Komunikasi Massa,
menghasilkan konsep atau teori-teori
yang menjadikan sebuah iklan menjadi pesan dengan kekuatan untuk meyakinkan
para khalayak, dengan segala rayuan juga tipu daya.
--
Inti dari definisi Komunikasi Massa
yang kami dapat dari berulang kali menterjemahkan buku om Joseph R. Dominick
berjudul "Dynamics of Mass Communication" dan yang jelas buku nya itu
pasti berbahasa inggris. komunikasi massa adalah proses menyampaikan dan
membuat sebuah pesan yang disampaikan suatu organisasi secara luas. Pesan
tersebut disampaikan secara serempak dan tidak dapat dilakukan oleh perorangan,
melainkan harus melalui sebuah lembaga, dan membutuhkan suatu teknologi tertentu,
sehingga komunikasi massa akan banyak dilakukan oleh masyarakat atau pun
lembaga industri.
Komunikasi massa
bisa di katakan proses dimana komunikator* menggunakan media untuk menyebarkan
pesan-pesan secara luas, dan secara terus menerus menciptakan pesan bermakna
yang diharapkan dapat mempengaruhi khalayak-khalayak yang besar dan
berbeda-beda dengan menggunakan berbagai cara. Komunikasi massa berarti proses
umpan balik antara komunikator dengan komunikan*, tapi prosesnya bisa saja
sedikit tertunda karna menggunakan alat media, adanya Noise* yang mengharuskan
komunikator menunggu respon komunikan untuk mencerna pesan yang disampaikan.
--
Ada beberapa channel atau alat yang digunakan dalam komunikasi massa.
Jadi ces gak selamanya penyampaian pesan itu menggunakan alat mekanis,
penggunaan mesin juga di gunakan beberapa institusi untuk menyampaikan pesan,
Contoh : Koran, Tv, Film, Majalah, & Radio.
Komunikasi Massa
sebagai media untuk menyalurkan pesan, tentu memiliki karakteristik yang
membedakannya dengan teori komunikasi lainnya. Ini juga kita ambil dari bukunya
om Joseph R. Dominick terbitan tahun 2009, Komunikasi
Massa terdiri dari 5 karakteristik yaitu :
- Komunikasi
Massa dihasilkan oleh organisasi yang formal ( resmi ) dan kompleks.
- Komunikasi
Massa mempunyai lebih dari satu yang mengontrol apa yang berlebihan di
masyarakat.
- Membutuhkan
banyak uang untuk pengoperasian kegiatannya.
- Berpotensi
memiliki keuntungan.
- Daya saing
yang tinggi.
Komunikasi massa
juga memilik elemen-elemen pendukung di dalamnya, antara lain:
- Komunikator
- Isi
- Audience
- Feedback /
timbal balik
- Gangguan /
noise
- Gatekeeper
- Pengatur
- Filter
*Komunikator:Orang (perorangan, kelompok, organisasi yang mengirimkan berita) yang menyampaikan pesan kepada komunikan
*Komunikan : Penerima pesan dari komunikator
*Noise : Hambatan-hambatan yang mempengaruhi proses komunikasi, sehingga komunikasi berjalan dengan terhambat
Dafpus
Dominick, J. R.( 2009). Dinamic of Mass Communication. hal. 13.
Bitner, J. R.(1977). Mass Communication.edisi ke-6. hal12-14.



